Sensasi Terbang Tanpa Sayap

Hai semua,

Lama tidak menulis blog nih, kali ini saya mau cerita tentang terbang tanpa sayap. Pasti pada bingung kan maksudnya? Tenang, tidak usah bingung lagi karena maksudnya terbang tanpa sayap itu naik pesawat. Anda pernah naik pesawat? Atau belum pernah sama sekali naik pesawat? Bagi yang belum pernah naik pesawat harus segera merasakan bagaimana sensasi naik pesawat.



Well, bagi banyak orang sepertinya naik pesawat itu keren karena biayanya mahal tidak seperti naik kereta atau bus. Tapi pada zaman now sudah banyak sekali promo tiket pesawat sehingga harganya cukup terjangkau. Bahkan ada beberapa maskapai yang banting harga sampai kursinya gratis alias hanya bayar airport tax yang harganya bisa lho sama dengan harga tiket kereta. Coba saja pergi ke daerah yang tidak terlalu jauh atau ke negeri tetangga untuk merasakan sensasi terbang tanpa sayap untuk pertama kali.

Sekarang kita bahas yuk orang-orang yang sering banget terbang tanpa sayap. Dalam sebulan bisa lebih dari 10 kali naik pesawat, gokil gak tuh? Saya menganggap orang-orang yang seperti itu naik pesawat layaknya naik angkot karena terlalu sering. Kalau kalian pasti menganggapnya keren banget ya naik pesawat sesering itu. Awalnya saya juga berpikir demikian. Dahulu tuh sempat bercita-cita setiap bulan minimal 1 kali naik pesawat. And you know what? Saat ini cita-cita itu tercapai. Dalam sebulan saya bisa naik pesawat 2 sampai 3 kali. Tanya dong apa yang saya rasakan?

Ternyata ya gaes, naik pesawat sesering itu juga gak asik-asik banget. Capek dan jet lag lumayan sering. Setelah tiba di darat tuh kadang suka merasa masih ada di udara. Actually itu terjadi tidak hanya pada diri saya. Sekitar seminggu yang lalu ada event "Trip Jaman Now" yang diadakan oleh Open Trip Kita Ina, saya berkumpul dengan para traveler senior yang sudah bepergiannya tidak hanya di Indonesia dan negara-negara tetangga saja seperti saya. Ada yang sudah 10 kali lho ke Iran. Wow, saya tidak pernah terpikir untuk ke Iran tetapi setelah ketemu orang itu saya kok jadi kepikiran dan mau ke sana ya. Hmmm Let's see later ya.

Setelah talkshow bareng Koh Asoka Remadja dan Bang Yudha (catatan backpacker) yang seru, mereka adakan kumpul bareng jadi bisa sharing langsung. Karena saya sudah kenal dengan Asoka, bahkan sering banget dm-an di IG, jadi lebih lama ngobrol bareng dia. Nah di acara kumpul itu, semua cerita gimana gak enaknya naik pesawat. Ada yang cerita kalau dia tuh sering mengalami turbulensi pesawat. Ya ampun, saya tidak bisa bayangkan bagaimana rasanya karena alhamdulillah tidak pernah merasakan. Kenapa? Karena kalau sudah di pesawat saya lebih sering tidur hahaha jadi tidak merasakan apapun. Di bawah ini ada foto-foto para travelers kece yang hang out bareng abis acara talkshow.







Mereka yang sering terbang tanpa sayap apalagi ke negara-negara yang jauh sehingga penerbangan butuh waktu lebih dari 5 jam maka mereka bilang pasrah saja saat berada di pesawat karena tidak akan ada yang tahu seberapa mulus perjalanan atau justru sebaliknya tidak ada yang tahu juga seberapa mengerikan perjalanannya. Jika memang harus terjadi seperti nyawa melayang di pesawat ya sudah pasrah. Wew sampe segitunya ya gaes! Kalau saran dari saya sih lebih baik tidur saja di pesawat terutama kalau naik pesawat ke arah kalimantan yang katanya sering lewat area segitiga bermudanya Indonesia seperti di Pangkalan Bun. Selain tidur tentu saja perbanyak doa ya gaes karena penolong terbaik adalah doa tentunya.





Nah kalau ditanya suka terbang kapan? Pagi, siang, sore, atau malam? Cukup susah menjawabnya karena semua waktu istimewa. Tergantung ketersediaan flight dan kesesuaian waktu kita yang menentukan kapan akan mengambil jam penerbangan. Pada malam hari, ada keistimewaan kita bisa melihat cahaya lampu kota dari atas (untuk kota sepi pernah ya saya bingung karena cahaya lampunya sedikit jadi terlihat padam dari pesawat). Pada pagi hari jika sedang beruntung kita akan melihat matahari terbit (sunrise) dari dalam pesawat. Siang hari bisa melihat kumpulan awan yang menggemaskan sehingga membuat kita ingin tiduran di atasnya. Lalu kalau sore jika beruntung tentu saja bisa melihat matahari tenggelam (sunset).

Flight Pagi (Sunrise)


Penerbangan Siang Hari

Flight sore tapi mendung

Nite Lyfe eh Night Flight :p


Kalau ditanya soal posisi favorit saat di pesawat barulah saya bisa jawab dengan tegas yaitu di dekat jendela. Posisi itu sangat menyenangkan (pewe) buat saya karena bisa melihat keadaan luar dengan jelas. Namun kalau ingin dapat kursi di dekat jendela pastinya harus web check in terlebih dahulu agar bisa memilih tempat duduk. Namun saya tipe orang yang malas web check in sehingga pasrah sajalah mau duduk di mana. Tapi alhamdulillah seringnya justru duduk di dekat jendela lho haha how lucky I am. Kebetulan saya bukan tipe orang ngaret atau last minute sehingga walaupun tidak web check in bukan masalah buat saya. Selain itu saya tipe orang yang suka berada di bandara sambil memerhatikan orang-orang jadi lebih baik menunggu waktu penerbangan daripada harus terburu-buru karena takut ketinggalan pesawat. Sorry saya bukan tipe yang seperti itu :D

Jadi kalau Anda sudah naik pesawat berapa kali dalam 1 bulan ini? Kalau saya sudah agak sering tapi capek juga ya hahaha dasar manusia suka lupa bersyukur eh malah lebih sering ngeluh. Sudah dulu ya gaes, mau cari-cari tiket promo nih ke destinasi yang belum pernah didatangi. Nanti diceritain kok betapa serunya traveling ke negara yang belum pernah dikunjungi.


Happy traveling.... See you again later :*


Komentar

Postingan Populer