Review Novel dan Film 'Dilanku Tahun 1990'


Ternyata Pidi Baiq telah berhasil membuatku jatuh hati dengan sosok Dilan di tahun 1990. Dahulu aku kira novel Dilan yang telah berkali-kali dibaca oleh temanku hanyalah sebuah cerita gombal yang tidak masuk akal. Namun aku salah, gombalan Dilan itu justru berkelas dan masuk akal. Pidi Baiq sebenarnya hanya membuat karya sederhana, namun kesederhanaan itulah yang menciptakan gebrakan yang luar biasa.



Berlatar tempat di Bandung, sebuah kota yang selalu indah dan melibatkan hati saat berada di sana, benar-benar menjadi latar sempurna yang membuat cerita semakin indah. Bandung pada tahun 1990 yang sebenarnya saya juga tidak tahu seperti apa karena masih bayi tetapi Pidi Baiq berhasil membuatku dan para penggemar setia Dilan larut dalam cerita. Sebagai perempuan, boleh dibilang Pidi Baiq membuatku seolah menjadi Milea. Terlebih saat ini aku pun sedang berada dalam situasi seperti Milea dengan Dilan.

Sebelum menonton film Dilan, aku masih ragu apakah harus menonton atau tidak. Aku takut film itu akan mengecewakan karena jalan cerita yang tidak menarik. Lagi dan lagi aku salah menilai. Sebelum menonton akhirnya aku putuskan untuk membaca novelnya terlebih dahulu. Novel yang baru selesai aku baca selama 3 hari dengan jeda beberapa hari ternyata berhasil membuatku jatuh cinta. Setelah baca novel, ternyata film Dilan masih tayang di bioskop walaupun sudah 2 minggu.



Banyaknya penggemar film Dilan membuat film ini masih tayang di bioskop dalam waktu lama. Menurut kabar dari Dilanisme (kumpulan penggemar Dilan), mereka bertekad untuk membuat film ini laris manis hingga 7 juta penonton agar menjadi film terbaik dan terlaris sepanjang masa. Luar Biasaaa! Kabar ini aku dapat dari teman SMA ku yang memang fans berat Dilan dan Pidi Baiq sejak tahun 2008. Amazing!

Adegan Pertama di Film Dilan


Kalau ditanya apa sih hal menarik dari kisah Dilan? Menurutku, kisah Dilan itu lucu dan unik. Pidi Baiq sangat cerdas dalam merangkai kata-kata sehingga cerita sederhana menjadi lucu dan menggemaskan. Sosok Dilan yang bad boy tapi soleh membuat aku benar-benar gemas dengan segala tingkah laku, tutur kata, dan semua tentang dia. Dilan itu keren dan cute jadi bikin banyak orang jatuh hati. Kalau kalian setuju gak sama aku? Kalau tentang Milea, sebenarnya dia biasa aja karena banyak tipe cewe cantik yang memang seperti dia.

Iqbal CJR yang memerankan Dilan pada awalnya menjadi kontroversi karena banyak orang yang kurang setuju. But now mereka salah besar. Iqbal benar-benar sesuai untuk memerankan Dilan. Wajahnya yang super cute dari kecil ternyata bisa juga jadi 'Panglima Tempur' yang suka tawuran. Namun lucunya, Dilan itu sebenarnya anak rumahan yang sayang dan disayang keluarga. Bagaimana tidak gemas dengan sosok seperti itu? Tak hanya itu, Dilan itu juga romantis karena suka bikin puisi dan pintar di sekolah karena sering menjadi juara kelas.

Aku sampai berpikir, kira-kira sosok Dilan itu benar ada di dunia nyata atau tidak sih? Rasanya ingin punya anak laki-laki yang seperti dia. hahaha ... Sebenarnya cerita Dilan itu sederhana, tanpa konflik yang luar biasa namun Pidi Baiq membungkusnya dengan indah sehingga siapapun yang membaca novelnya seolah dibawa kembali ke masa lalu (masa SMA) yang sangat indah dan tidak akan terlupakan.

Sudah dulu ya review singkat dari aku.. Oh iya FYI aku sudah nonton film Dilan 2x, sedangkan teman SMA ku itu sudah 6x nonton hahaha Daebak!



See you again :D


Komentar

Postingan Populer