Jasa Raharja, Pelopor Keselamatan dan Perlindungan


Dear friends,

Pada 19 September 2018 telah diadakan sebuah acara talkshow yang berjudul "Mengenal Lebih Dekat Jasa Raharja: Kepedulian Kita, Bantu Sesama" yang dilaksanakan oleh Tempo dan Jasa Raharja. Acara ini berlokasi di Kafe dan Resto Paradigma yang dihadiri oleh para blogger dengan jenis blog yang berbeda-beda. Lalu seperti apa acaranya? Yuk simak terus artikel ini agar mendapatkan banyak manfaat dan jangan lupa untuk berbagi ya.




Jasa Raharja adalah pelopor keselamatan lalu lintas yang bertanggung jawab untuk menolong dan menanggulangi berbagai masalah kecelakaan yang diderita oleh para pengendara kendaraan bermotor dan pengguna jalan lainnya yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Jasa Raharja telah diberi amanat oleh pemerintah untuk menangani masalah kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia sehingga derita masyarakat bisa sedikit berkurang akibat mungkin orang tersayang meninggal dunia atau menderita cacat fisik karena kecelakaan.



Jasa Raharja adalah penjamin pertama korban kecelakaan lalu lintas yang terjamin oleh UU No. 33 dan 34 Tahun 1964. Para penumpang yang membeli tiket angkutan umum darat, laut, dan udara secara resmi sudah pasti terlindungi oleh negara melalui Jasa Raharja karena tiket yang dibeli sudah termasuk iuran wajib Jasa Raharja. Kondisi korban kecelakaan lalu lintas yang dilindungi biasanya terdiri dari luka-luka, cacat fisik, dan meninggal dunia.



Santunan Jasa Raharja juga meliputi pemilik kendaraan bermotor yang telah membayarkan pajak kendaraan bermotor setiap tahunnya. Dari pajak itulah Jasa Raharja akan memungut bagian dana untuk santunan para korban kecelakaan jalan yang dikenal dengan SWDKLLJ. Ada pihak yang dilindungi juga oleh Jasa Raharja sesuai UU No 34 Tahun 1964, yaitu pihak ketiga di luar kendaraan penyebab kecelakaan. Mengapa demikian? Karena korban kecelakaan termasuk bagian yang dilindungi dari pajak kendaraan bermotor tersebut.


Ada kabar gembira untuk masyarakat karena saat ini Jasa Raharja sudah terhubung dengan pihak kepolisian sehingga setiap kecelakaan kendaraan bermotor yang masuk kriteria santunan maka setiap korban akan diberikan santunan sesuai ketentuan. Kabar gembira lainnya berhubungan dengan santunan tersebut. Ada kenaikan santunan sejak 1 Juni 2017 dengan rincian sebagai berikut. Pertama, santunan meninggal dunia naik dari semula hanya Rp 25 juta menjadi 50 juta. Kedua, santunan untuk korban luka-luka sebagai biaya perawatan yang semula hanya Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta ditambah biaya P3K sebesar Rp 1 juta dan biaya ambulans Rp 500ribu.

Lalu bagaimana prosedur untuk mendapatkan santunan dari Jasa Raharja?

Saat ini semua menjadi lebih mudah. Cukup melapor kepada pihak berwajib (kepolisian) maka Jasa Raharja akan menerima laporan tersebut dan segera bekerja. Bahkan, Jasa Raharja bisa menerima laporan kecelakaan secara online dan sudah terhubung dengan Rumah Sakit, BPJS Kesehatan, Dinas Kependudukan, dan Catatan Sipil. Dana akan segera ditransfer kepada keluarga korban kecelakaan untuk mengurus biaya rumah sakit dan uang duka bagi korban yang meninggal. Berdasarkan data yang disiarkan oleh Jasa Raharja, selama 3 tahun dari 2015 hingga 2017, demografi pembayaran santunan telah diterima dengan baik. Rinciannya sebagai berikut.

  • Pada tahun 2015, ada 30.157 orang meninggal dan 72.387 orang yang terluka akibat kecelakaan lalu lintas dengan dana santunan sebesar Rp 756,43 Milyar untuk keluarga korban meninggal dan Rp 517,75 Milyar untuk korban luka-luka. 
  • Pada tahun 2016, ada 30.836 orang meninggal dan 90.074 orang yang terluka akibat kecelakaan lalu lintas dengan dana santunan sebesar Rp 761,21 Milyar untuk keluarga korban meninggal dan Rp 652,37 Milyar untuk korban luka-luka. 
  • Pada tahun 2017, ada 28.931 orang meninggal dan 92.874 orang yang terluka akibat kecelakaan lalu lintas dengan dana santunan sebesar Rp 1.135,01 Milyar untuk keluarga korban meninggal dan Rp 848,63 Milyar untuk korban luka-luka. 

 Pembayaran santunan tersebut akan dilakukan oleh Jasa Raharja dengan cepat. Untuk korban yang meninggal akan menerima uangnya rata-rata 1 hari 21 jam, bahkan kalau berkas lengkap maka santunan akan diselesaikan dalam 32 menit saja. Jaringan pelayanan Jasa Raharja ada di seluruh Indonesia sehingga tidak usah khawatir, semua warga negara Indonesia pasti akan mendapatkan haknya. Angka kecelakaan tidak pernah berkurang drastis sehingga sangat disarankan untuk ikut program mudik bareng BUMN agar keselamatan lebih terjamin. Sebagian besar korban kecelakaan adalah pengguna sepeda motor maka sebaiknya mudik tidak naik sepeda motor.

Seiring perkembangan teknologi, Jasa Raharja juga mudah dipantau melalui media sosial seperti Facebook dengan nama PT Jasa Raharja, twitter dengan ID @pt_jasaraharja, dan Instagram dengan ID @pt_jasaraharja. Kalau melihat peristiwa kecelakaan maka segera hubungi call center dengan nomor telepon 15000 20 atau whatsapp di nomor 0812 10 500 500. So, ingat terus Jasa Raharja ya! Asuransi Keselamatan Berlalu Lintas.


Mari menolong sesama dengan menyebarkan informasi ini kepada orang-orang yang belum mengetahuinya. :D

Komentar

Postingan Populer